Sejarah Sepatu di Dunia - Stark History
Sejarah Sepatu di Dunia
Stark History - Yakin ataukah tidak, aksesori yang sekarang ini menutupi kaki Anda mempunyai riwayat 40.000 tahun. Susah memikirkan waktu sebelum penemuan sepatu. Tetapi, apa yang diawali jadi usaha praktis sudah berkembang jadi industri booming yang beragam, sama dengan yang terkait dengan seni seperti perihal dengan fungsionalitas. Walau semua mempunyai karakter basic, pewarnaan, bahan, serta design mereka sudah beralih dengan mencolok sepanjang beberapa ribu tahun dalam riwayat sepatu yang memesona.
Bukti Arkeologi
Dari bukti arkeologi serta paleoarcheological, beberapa pakar berhipotesis jika sepatu diketemukan seputar pada periode Paleolitik Tengah seputar 40.000 tahun waktu lalu. Tetapi, itu tidaklah sampai periode Paleolitik Hulu jika alas kaki dengan berkelanjutan dipakai oleh populasi. Prototipe paling dahulu ialah lunak, terbuat dari kulit sampul, serta mirip sandal atau mokasin. Diketemukan di Gua Fort Rock di negara sisi Oregon AS pada tahun 1938 disangka dari seputar 7000-8000 SM. Sepatu kulit paling tua di dunia, terbuat dari sepotong kulit sapi yang diikat dengan tali kulit selama jahitan dibagian depan serta belakang, diketemukan di kompleks gua Areni-1 di Armenia pada tahun 2008 serta dipercaya datang dari 3500 SM. Ötzi sepatu Iceman, yang datang dari tahun 3300 SM, tampilkan alas kulit beruang cokelat, panel samping kulit rusa, serta jaring batang-tali, yang ditarik ketat di seputar kaki. Sepatu Jotunheimen diketemukan pada bulan Agustus 2006. Beberapa arkeolog memprediksi jika sepatu kulit dibikin di antara 1800 serta 1100 SM, bermakna jadi barang paling tua yang diketemukan di Skandinavia. Direncanakan mungkin sudah dipakai jauh sebelumnya, tapi sebab bahan yang dipakai benar-benar gampang rusak, susah untuk temukan bukti alas kaki yang paling dahulu.
Peradaban Kuno
Design paling dahulu ini benar-benar simpel dalam design, sering cuma “kantong kaki” dari kulit membuat perlindungan kaki dari bebatuan, puing-puing, serta dingin. Mereka seringkali diketemukan di iklim dingin. Banyak masyarakat asli awal di Amerika Utara memakai type alas kaki yang sama, yang diketahui jadi sepatu sandal. Ini ialah sepatu ketat, bersol lembut yang umumnya terbuat dari kulit atau kulit bison. Banyak mokasin dihiasi dengan beberapa manik-manik serta perhiasan yang lain. Moccasins tidak direncanakan tahan air, serta dalam cuaca basah serta musim panas yang hangat, sejumlah besar masyarakat asli Amerika bertelanjang kaki.
Sandal Thong
Saat peradaban mulai tumbuh, sandal thong (prekursor dari flip-flop kekinian) digunakan. Praktik ini bermula dari foto-foto mereka di mural Mesir kuno dari 4000 SM. Satu pasang diketemukan di Eropa terbuat dari daun papirus serta berusia seputar 1.500 tahun. Mereka digunakan di Yerusalem sepanjang era pertama Masa Umum. Sandal Thong digunakan oleh beberapa peradaban serta terbuat dari beberapa jenis bahan. Sandal Mesir Kuno terbuat dari papirus serta daun palem. Di Afrika, mereka membuat dari kulit mentah. Di India mereka terbuat dari kayu. Di Cina serta Jepang, jerami dipakai. Daun tanaman sisal dipakai untuk bikin benang untuk sandal di Amerika Selatan sesaat masyarakat asli Meksiko memakai tanaman Yucca. Sesaat sandal thong umumnya digunakan, beberapa orang di jaman kuno, seperti Mesir, Hindu serta Yunani, lihat dikit keperluan untuk alas kaki, serta sejumlah besar waktu, lebih senang bertelanjang kaki. Orang Mesir serta Hindu membuat beberapa pemakaian alas kaki hias, seperti sandal tanpa ada suara yang diketahui jadi “Cleopatra”, [rujukan?] Yang tidak memberi perlindungan praktis untuk kaki. Orang Yunani kuno biasanya memandang alas kaki jadi suatu yang menganakemaskan diri, tidak estetis, serta tak perlu.
Yunani Kuno
Sepatu khususnya digunakan di teater, jadi fasilitas penambahan perawakan, serta banyak yang lebih senang pergi tanpa ada alas kaki. Olahragawan di Olimpiade Kuno berperan serta tanpa ada alas kaki – serta telanjang. Bahkan juga beberapa dewa serta pahlawan khususnya dilukiskan bertelanjang kaki, beberapa pejuang hoplite berperang dengan kaki telanjang serta Alexander Agung mengalahkan kerajaannya yang luas dengan tentara tanpa ada alas kaki. Beberapa pelari Yunani Kuno dipercaya sudah berjalan tanpa ada alas kaki. Pheidippides, pelari maraton pertama, lari dari Athena ke Sparta dalam tempo kurang dari 36 jam. Sesudah Pertarungan Maraton, dia langsung lari dari medan perang ke Athena untuk memberitahu beberapa orang Athena mengenai berita itu.
Era Pertengahan
Alas kaki casual biasa di Pyrenees sepanjang Era Pertengahan ialah espadrille. Ini ialah sandal dengan sol rami dikepang serta sisi atas kain, serta seringkali terhitung tali kain yang mengikat pergelangan kaki. Istilahnya ialah bahasa Perancis serta datang dari rumput esparto. Sepatu ini datang dari daerah Catalonian di Spanyol pada awal era ke-13, serta biasanya digunakan oleh petani di komune pertanian di wilayah itu. Banyak sepatu era pertengahan dibikin dengan memakai cara turnshoe konstruksi, dimana sisi atas ialah bagian daging yang beralih keluar, serta bertahan ke hanya satu serta masuk ke pinggir oleh jahitan. Sepatu itu selanjutnya di balik hingga butir di luar. Beberapa ditingkatkan dengan flap atau tali untuk kencangkan kulit di seputar kaki supaya lebih cocok. Turnshoes era pertengahan yang bertahan seringkali cocok dengan kaki, dengan sepatu kanan serta kiri jadi bayangan cermin. Seputar 1500, cara turnshoe sejumlah besar diganti oleh cara ron welted (dimana sisi atasnya dijahit ke sol yang lebih kaku hingga tidak dapat diputar keluar). Cara turnshoe masih dipakai untuk beberapa sepatu dansa serta sepatu spesial.
Abad 20
Pada era ke-20, muka alas kaki beralih mencolok dari dekade ke dekade. Ini dikarenakan beberapa dari beberapa perkembangan tehnologi yang membuat proses membuatnya lebih simpel. Sepanjang Stres Besar, warna hitam serta coklat menguasai pasar Amerika. Selang beberapa saat, Oxfords jadi pilihan pria popular serta bersol gabus, sepatu basis tumbuh popular di golongan wanita. Walau mode alas kaki pria relatif tidak beralih sesudah Perang Dunia II, alas kaki wanita mengubah menegangkan lain dalam tampilan mereka. Mode buat wanita saat ini melengkung, hebat, serta dibikin untuk menonjolkan kaki. Tumit halus makin sempit bersamaan dengan berjalannya dekade.

Komentar
Posting Komentar